Selasa, 26 Januari 2016

Mengatasi Krisis Paruh Baya

Bagi kaum wanita, memasuki usia paruh baya dan mengalami krisis, sama artinya mengalami menopause (mati haid). Sedangkan bagi kaum pria, terdapat hal-hal khusus yang dapat diartikan sebagai krisis paruh baya. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan krisis paruh baya itu? Jika kita mencoba mengevaluasi kembali kehidupan yang kita jalani secara alami, maka kita akan memulai dengan fase beranjak dewasa, saat dimana sebagai kanak-kanak yang berada dalam perlindungan penuh dari orang tua kita telah berakhir. Tonggak bersejarah lainnya terjadi di awal usia pertengahan/paruh baya.

Bagi kaum wanita, bisa terjadi di kisaran umur 40 dan 55, dan dapat dilihat dari pengalaman saudara wanita yang ada di dalam satu keluarga saat memasuki masa menopause. Bagi kaum pria, hal ini dapat terjadi di kisaran umur 40 atau 50 dan biasanya bertahan cukup lama. Seringkali disebut "man-opause". Pada dasarnya kondisi ini seringkali menimbulkan kekuatiran yang serius pada kaum pria dan wanita.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengenali krisis paruh baya dan cara melewatinya. Bagi mereka yang memasuki periode ini, sangatlah mudah terserang rasa kurang percaya diri dan seakan kehilangan arah. Sebagai contoh, seorang pria yang bekerja sebagai eksekutif, dan tiba-tiba mendapati bahwa ada seorang pria muda yang keren menggantikan posisi pekerjaannya. Ditambah dengan fakta, saat ia bercermin ternyata rambutnya mulai beruban dan terlihat gumpalan-gumpalan lemak disekitar perutnya. Akibat dari semua itu bisa muncul penilaian yang salah mengenai dirinya sendiri yang berakibat negatif. Pria itu akan merasa bahwa gambaran mengenai dirinya di mata orang lain sudah berubah dan hal itu menimbulkan krisis keyakinan akan dirinya sendiri.

Apa saja gejala-gejala yang dapat terlihat ? Coba amati suami Anda. Mungkin saja ia mengalami gejala susah tidur (insomnia), kelelahan, depresi, buruk sangka, kurang fokus dan sulit berkonsentrasi dalam pekerjaannya, memikirkan keinginan-keinginannya yang belum terpenuhi, berpikir tentang kematian dan pergeseran perannya di dalam masyarakat.

Banyak juga pria yang melakukan perselingkuhan selama masa krisis paruh baya. Kenapa ? Yah, pertanyaan ini tidaklah mudah untuk dijawab, tetapi mungkin saja mereka seperti mencoba meraih kembali sesuatu yang mereka rasa telah hilang dari kehidupannya. Tidak hanya itu saja, ada juga pria yang senang dengan 'mainan-mainan' besar seperti mobil dan kapal baru, yang dapat membuat mereka merasa muda kembali.

Apa yang dapat seorang pria lakukan untuk mengatasi semua pemasalahan ini ? Pertama, sadarilah bahwa inilah kenyataan yang sedang di alami dan harus dihadapi. Lalu, coba berbagi cerita dan rasa dengan teman Anda. Biarkan mereka membantu Anda melewati masa sulit ini. Perhatian mereka terhadap Anda dan keyakinan mereka bahwa Anda adalah penting bagi mereka akan mampu mengembalikan langkah kaki Anda di jalan yang seharusnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa rumput tetangga tidaklah selalu lebih hijau, dan Anda tentunya tidak ingin menghancurkan pernikahan, keluarga, atau kehidupan Anda sendiri hanya karena rasa ingin membuktikan hal tersebut. Cobalah mencari bantuan. Bisa saja Anda berbicara dari hati ke hati dengan penasihat keluarga Anda jika ada. Bicarakan secara terbuka semua perasaan dan kekuatiran yang Anda alami saat ini. Mungkin saja Anda perlu untuk menghidupkan kembali pertemanan Anda dengan orang-orang lain sambil mencoba untuk menerima kehadiran pihak-pihak yang baru dalam kehidupan Anda.

Mereka memang berbeda, tetapi tidak berarti mereka inferior dibandingkan Anda sebelumnya. Krisis paruh baya tidak harus menghancurkan kehidupan Anda. Hadapilah dengan kekuatan cinta dan dukungan dari orang-orang di sekitar Anda. Jalanilah periode ini dengan pengetahuan yang baru tentang diri Anda dan bukan dengan rasa kuatir dan mengasihani diri sendiri.

Selasa, 09 Agustus 2011 07:35--

Tidak ada komentar: