Pernahkah dalam hidup kita timbul pertanyaan dalam diri, “Akan aku gunakan untuk apa sisa umurku ini”? Jika kita pernah bertanya pada diri kita seperti ini artinya kita telah memasuki usia separuh baya atau midlife. Ketika kita memasuki usia 40 tahun, kita telah mulai memasuki usia ini. Jika mereka yang berasal dari dunia Barat mengatakan “Life begining at 40” maka dalam agama Islam dikatakan bahwa jika pada usia 40 tahun seorang anak manusia berada dalam kesesatan maka akan sulit menjadi baik pada akhir hidupnya. Demikian pula sebaliknya jika dia baik pada usia 40 tahun InsyaAllah akan baik pada akhir hayatnya. Bukankah Rasulullah diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun.Sebenarnya apa yang terjadi ketika kita memasuki midlife..semuanya telah berubah…ya perubahanlah yang akan kita alami. Mulai dari perubahan secara fisik, seperti mulai tumbuh uban di kepala, rambut mulai menipis, kulit mulai keriput . Perubahan secara hormonal, dimana hormon estrogen menurun, juga perubahan emosi yang mudah sekali berubah..dan perubahan persepsi dalam kehidupan. Jika kita tidak dapat melewati midlife dengan baik maka akan terjadi middlescene atau disebut juga dengan krisis usia paruh baya.
Banyak contoh masyarakat kita yang mengalami middlescene..ketika memasuki usia 40-an tiba-tiba ga ada angin atau hujan memutuskan untuk bercerai. Padahal usia pernikahan telah memasuki 13-15 tahun. Dimana anak-anak telah tumbuh remaja, pekerjaan telah mapan dan kehidupan terlihat begitu sempurna. Atau bagaimana seorang yang telah memasuki usia midlife tiba-tiba mengambil keputusan untuk berpoligami, padahal istri tuanya terlihat begitu sempurna..
Karenanya kita harus memahami apa yang akan kita alami ketika masa itu tiba..sehingga dapat melewati masa ini dengan baik. Bukankah semua orang akan basah jika terkena hujan, tapi jika kita telah mempersiapkan payung atau jas hujan kita dapat terlindung dari basahnya air hujan.. Apa yang kita rasakan ketika mendengar kabar bahwa teman kita meninggal dunia akibat sakit tertentu? pastinya ada rasa khawatir itu juga akan terjadi pada kita. Bagaimana perasaan kita ketika anak-anak telah tumbuh dewasa dan satu persatu mulai pergi meninggalkan kita dan hidup dengan keluarganya masing-masing..tentu ada rasa kehilangan …Apa jadinya jika pada usia midlife kita mengalami PHK, padahal pada usia ini begitu sulit mendapatkan lapangan pekerjaan, perusahaan lebih suka membayar orang muda yang energik dan penuh semangat.
Ketika masalah-masalah ini datang ketika itulah akan timbul stres dan stres yang berlebihan dapat menimbulkan masa krisis..krisis usia paruh baya. Mudah marah, emosi tidak stabil, apa yang dilakukan pasangan selalu salah dan kurang sempurna. Apalagi jika hal ini terjadi pada wanita yang setiap hari nya hidup rutin, mengurus suami, mengurus anak-anak dan rumah tangga maka akan ada perasaan terjepit atau “sandwich feeling”. Lelah dan selalu merasa melayani keluarga tapi tidak pernah dihargai seperti lampu mobil yang hidup terus lama-lama akan koslet..belum lagi masa monopause..membuat emosi semakin tak terkendali..
Midlife pada laki-laki terjadi selama 3-8 tahun sedangkan pada wanita selama 6 tahun.. wanita lebih mudah mengatasi masa ini karena sifatnya yang lebih bisa menerima kenyataan sehingga memudahkan proses pemulihan. Semua tergantung pada kemampuannya mengelola emosi yang berkecamuk akibat pengaruh hormon yang semakin menurun. Semua laki-laki dan perempuan akan mengalami masa ini..biasanya dimulai pada usia 35 tahun- 55 tahun
Bagaimana mencegah masa krisis ini?
Pertama, menjadi tua adalah sunatullah, sesuatu yang tidak mungkin kita elakkan. (QS Ar Ruum:54) atau (QS Yaasin:68)
Kedua, selesaikanlah urusan dengan diri sendiri..masa kecil yang kurang bahagia, masa remaja yang suram atau mimpi-mimpi yang belum terlaksana. Karena bukan tidak mungkin masalah2 ini akan datang pada masa krisis itu tiba dan akhirnya dapat menyebabkan terjadinya perceraian. Misalnya ketika kita kecil kita sering di bully orang dan rasa marah serta dendam pada orang itu masih tersimpan dihati kita. Jika suatu saat kita mengalami bully kembali pada masa midlife itu akan seperti gunung api yang siap meledak..
Ketiga, Lakukanlah pekerjaan mulia seperti memaafkan semua yang terjadi pada kita dimasa lalu dan perasaan marah serta emosi yang terpendam tidak menjadi “raja” dipikiran kita sendiri. Karena perasaan itu dapat membunuh kita.
Keempat, terima kenyataan akan apa yang pernah terjadi dimasa lalu kemudian lakukan komunikasi dengan baik pada pasangan
Tapi diatas itu semua senantiasa bersyukur atas semua yang telah kita dapatkan dalam hidup ini. Suami yang bertanggungjawab, anak yang sehat dan kehidupan sosial yang mapan…Sebab dengan bersyukur maka kita akan merasa hidup semakin berarti.
22.04.12 - Women’s day seminar, Change and Challenge to be a lovely wife and happy mother 21 April 2012 - oleh Ibu Elly Risman, Psi
Kedua, selesaikanlah urusan dengan diri sendiri..masa kecil yang kurang bahagia, masa remaja yang suram atau mimpi-mimpi yang belum terlaksana. Karena bukan tidak mungkin masalah2 ini akan datang pada masa krisis itu tiba dan akhirnya dapat menyebabkan terjadinya perceraian. Misalnya ketika kita kecil kita sering di bully orang dan rasa marah serta dendam pada orang itu masih tersimpan dihati kita. Jika suatu saat kita mengalami bully kembali pada masa midlife itu akan seperti gunung api yang siap meledak..
Ketiga, Lakukanlah pekerjaan mulia seperti memaafkan semua yang terjadi pada kita dimasa lalu dan perasaan marah serta emosi yang terpendam tidak menjadi “raja” dipikiran kita sendiri. Karena perasaan itu dapat membunuh kita.
Keempat, terima kenyataan akan apa yang pernah terjadi dimasa lalu kemudian lakukan komunikasi dengan baik pada pasangan
Tapi diatas itu semua senantiasa bersyukur atas semua yang telah kita dapatkan dalam hidup ini. Suami yang bertanggungjawab, anak yang sehat dan kehidupan sosial yang mapan…Sebab dengan bersyukur maka kita akan merasa hidup semakin berarti.
22.04.12 - Women’s day seminar, Change and Challenge to be a lovely wife and happy mother 21 April 2012 - oleh Ibu Elly Risman, Psi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar